Ginger Bread, Kukis Berempah Yang Mendunia


Ginger Bread, Kukis Berempah Yang Mendunia






       Selasa, 27 Agustus 2019, mahasiswa Pastry triwulan pertamanya mendapatkan materi perkuliahan yang cukup menantang dari Chef Vivi. Membuat Ginger Bread lengkap dengan kreasinya, itulah tantangan yang harus dikerjakan oleh kelompok mahasiswa ini di Kampus Tristar Institute Surabaya.






Salah satu kukis yang memiliki rasa unik dari paduan rempah-rempah bubuk yakni jahe, kayu manis bubuk dan speculaas. Biasanya, Ginger Bread ini ada pada saat acara tertentu saja seperti hari raya natal. Sehingga jenis kukis ini begitu mendunia karena keunikan rasa dan bentuknya.







Bermula dari membuat pola dari bahan karton atau pun kardus berlapiskan plastic wrap, adonan Ginger Bread yang sudah dibuat mereka cetak dengan pola karton tadi. Tiap kelompok diberikan ukuran standart Ginger Bread House dari Chef Vivi. Akan tetapi, mahasiswa boleh membuat ukuran sendiri sesuai keinginan. 








Kemudian dioven dengan suhu 160oC selama 20 menit hingga matang. selagi menunggu, mahasiswa lainnya juga mempersiapkan untuk membuat royal icing yang terbuat dari putih telur dan gula halus. Nadia, salah satu mahasiswa Pastry ini mencoba membuat royal icing untuk kelompoknya. Dengan cepat dan akurat, royal icing pun jadi dan tak lupa diberikan pewarna makanan pada sebagian adonan royal icingnya.







Setelah itu, kepingan ginger bread disusun dan ditempelkan dengan bantuan royal icing original. Chef Vivi juga memberikan contoh bagaimana cara menempelkan tiap kepingan Ginger Bread dengan baik dan benar. 





Dilihat dari kejauhan, semua mahasiswa tekun dan serius menggarap tugas yang diberikan waktu selama 3 hari lamanya. Karena untuk membuat kreasi Ginger Bread ini dibutuhkan beberapa tahapan, para mahasiswa bisa menyelesaikannya dalam kurun waktu lebih dari satu hari. 






Ginger Bread yang dihias ini tidak hanya menggunakan royal icing saja melainkan dihias pula dengan berbagai permen, wafer stick, fondant hingga kuaci. Tiap kelompok mengabil tema yang berbeda-beda, ada yang Lego, Unicorn, Classic hingga Halloween.










Kemudian karya mereka pun diletakkan dimeja penilaian untuk dapat dinilai dan diberi evaluasi tentang apa yang mereka kerjakan. Dari kreasi, kesesuaian tema,kekompakan tim dan kerapian, itulah yang akan dinilai oleh Chef Vivi dari tiap kreasi masing-masing kelompok.*Slv

Komentar