Praktek Membuat Aneka Saus Dalam Kemasan Bersama Chef Rachma Di Kelas Kuliner Advance


Praktek Membuat Aneka Saus Dalam Kemasan
Bersama Chef Rachma Di Kelas Kuliner Advance




Kamis, 13 Juni 2019, giliran mahasiswa Kuliner Advance mempelajari cara membuat aneka saus dalam kemasan di Lab Dapur lantai 3 Kampus Tristar Institute Surabaya. karena jurusan mereka merupakan jurusan tenaga ahli dalam mengolah makanan, sehingga mereka juga wajib tahu bagaimana cara membuat saus dalam kemasan sendiri.




Bersama Chef Rachma, slaah satu dosen profesional dibidang Ilmu Teknologi Pangan, memberikan resep saus dalam dua jenis.saus tomat dan saus cabai. Yang pertama saus kualitas premium, yakni saus yang komposisinya megandung pasta tomat 150 gram dan tomat segar 200 gram. 





“Komposisi saus premium lebih banyak mengandung tomat dibandingkan dengan saus tomat kualitas ekonomis. Saus tomat ekonomis mengandung buah papaya dan ubi jalar, itupun tanpa tomat segar sedikitpun. Hanya ditambahkan dengan pewarna makanan warna merah saja” jelas Chef Rachma. 
Berbeda dengan saus cabai yang akan dibuat, Chef Rachma memberikan resep premium saja yakni mengandung pasta tomat dan cabai segar. Salah satu mahasiswapun sempat memberikan pendapatnya saat penjelasan ateri untuk membuat saus cabai tersebut menjadi saus sambal pedas manis. 







Setelah itu, kelas kuliner yang berisikan tiga mahasiswa ini langsung mempraktikan resep-resep yang diberikan. Dari pemotongan bahan, pemasakan dilakukan secara berkala, karena dalam praktik tentang teknologi pangan tidak asal menggunakan teknik dan suhu pemasakan yang asal Karena akan mempengaruhi daya tahan produk tersebut. 









Akan tetapi, saus yang mereka buat diberikan bahan tambahan kimia seperti benzoate untuk memperpanjang umur penyimpanan saus kemasan.  Jangka waktu penyimpananya lumayan cukup lama, sekitar 1 tahun lamanya. Sedangkan jika tanpa penggunaan bahan pengawet kimia, saus tersebut hanya bertaan Selama 6 bulan lamanya dan itupun harus disimpan di lemari pendingin. 





Dengan adanya perkuliahan teknologi pangan sepert inilah, mereka dapat menciptakan suatu produk dalam kemasan sendiri. Tentunya membuat produk dari inovasi baru mereka kedepannya. Dan dapat membuat suatu masakan yang lebih sehat lagi. *Slv

Komentar